Friday, November 12, 2010

Gowes dan Wisata Pendidikan di Kota Tua Jakarta, October 2010





Weekend kali ini saya mulai bingung mengajak anak-anak berjalan-jalan. Maklum, selain tanggal tua juga saya menghindari terlalu banyak mengunjungi mall karena kurang baik bagi pendidikan anak (bagi saya, perilaku jalan2 di mall mengajarkan pola hidup konsumtif). Akhirnya saya memutuskan untuk mengajak mereka jalan-jalan ke Kota Tua. Seusai sarapan, pada sebuah hari minggu di akhir bulan Oktober yang cerah kami meninggalkan rumah pk.06.30 dan langsung menuju ke lokasi. Tak lupa kami membawa perbekalan seperti minuman dan makanan ringan, serta sepeda anak2 yang diletakkan di bagasi mobil.

Kami tiba di lokasi pk.07.15 dan anak2 langsung mulai bersepeda. Mereka sangat bahagia bisa bersepeda dengan bebas di dalam area kota tua tersebut, karena bebas dari gangguan kendaraan bermotor lainnya. Usai lelah bersepeda, kami pun berjalan2 dan berfoto2 di berbagai museum yang ada di sana, seperti Museum Fatahillah (museum sejarah), Gedung Pos dan museum seni (art museum). Tak lupa saya ajarkan juga beberapa fakta sejarah sederhana yang terkait dengan tempat-tempat tersebut. Anak2 terlihat begitu gembira "bertualang" di suasana yang baru ini. Jika lelah berputar2, pengunjung Kota Tua dapat beristirahat dan menikmati makanan dan minuman yang dijual disana, mulai dari pedagang kakilima yang mangkal , warung makanan hingga Batavia Cafe.

Sebenarnya masih banyak lokasi yang bagus untuk dikunjungi disana, seperti Museum Bank Indonesia dan Toko Merah. Namun karena anak2 sudah lelah maka kami memutuskan untuk pulang. Informasi lengkap mengenai Wisata Kota Tua dapat dilihat di sini: http://situskotatua.com/

Bagi anda yang hobi fotografi, tempat ini benar2 recommended!

Biaya yang dikeluarkan:
Parkir mobil : Rp 3000,-
Masuk Museum Fatahillah: Rp 2000,-/ orang
Masuk Art Museum: Rp 2000,-/ orang
Kesimpulan: petualangan yang berbeda dan mendidik bagi anak.

Monday, November 8, 2010

Backpacking to Kuala Lumpur, Malaysia, November 2010






Sebenarnya liburan kali ini bukan liburan yang direncanakan. Ide itu muncul saat saya mengetahui dari twitter bahwa Air Asia mengadakan promo 101010 (10 Oktober 2010) dengan menjual tiket seharga Rp 10ribu! Jam 00.05 saya browsing ke website AA via hp, dan langsung melakukan pemesanan tiket utk tanggal 5-7 November. Dan tring! only costs Rp 310,000,- utk 2 orang. Keesokan harinya saya browsing untuk kamar hotel dan baru dapet beberapa hari kemudian, yaitu di Orange Hotel, Jalan Petaling. Karena saya bookingnya dari jauh hari (via Agoda), maka saya dapet harga promo juga, senilai US$ 54.62 atau Rp 487,757.00 utk 2 malem, dengan fasilitas yang lumayanlah, AC, hot water, TV, deluxe room, cuman no breakfast.

Hari H pun tiba dan saya bersama suami pun berangkat pagi2, mengejar penerbangan jam 08.30, dari terminal Kampung Rambutan naik bus damri (Rp 40,000). Setibanya di airport, karena sudah check in via web, kami hanya perlu membayar airport tax (total Rp 300,000) dan mengurus fasilitas bebas fiskal. Pesawat pun berangkat pada waktu yang telah ditentukan. Setibanya di KL LCCT (Low-Cost Carrier Terminal), kami dijemput oleh saudara sepupu saya yang kuliah disana, dan kami langsung diajak ke Putrajaya untuk melihat2 pusat pemerintahan Malaysia itu. Namun sebelumnya kami mampir dulu ke Sepang F1 International Circuit untuk foto2, gratiisss... Sambil menunggu ibadah shalat Jumat, saya nongkrong di salah satu cafe di Putrajaya sambil ngopi dan foto2. (Segelas Ice Nescafe: RM 3.00) Setelah itu kami bertolak ke Bangi, terminal sekaligus kos2an sepupu saya itu untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan dengan bis (modelnya kaya bis transjakarta). (Makan siang bertiga RM 18.90, Bis RM 9.00)

Setibanya di kota KL, kami turun di halte Bukit Bintang lalu berjalan kaki sambil berfoto2 disana untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Petronas Twin Tower dengan monorail (Tiket monorail ber3 RM 4.00). Puas berjalan2 (dan pegel juga sih), kami pun bertolak ke hotel di daerah Chinatown dengan menaiki LRT ke Stesen Pasar Seni (Tiket LRT ber3 RM 4.00). Setelah check in dan beristirahat sejenak, kami berdua melanjutkan perjalanan ke daerah Dataran Merdeka dan Masjid Jamek untuk berfoto2, lalu kembali Petaling dan Central Market untuk menikmati makan malam khas Muslim India (mamak) seharga RM 13.20.

Keesokan harinya, kami berangkat pagi2 dengan menaiki LRT ke Stesen KL Sentral lalu disambung dengan KTM Komuter menuju Batu Caves, untuk melihat perayaan Deepavali (Diwali) di sana (Total LRT + KTM = RM 8.00). Pemandangannya benar2 menyenangkan! Selanjutnya, kami memutuskan untuk jalan2 ke Bukit Bintang menaiki monorail dari KL Sentral (tiket pulang pergi RM 6.40) untuk makan siang (Nasi Ayam Hainam Chee Meng, Bukit Bintang RM 21.00) dan berkeliling di Berjaya Times Square dan Low Yat Plaza. Malam harinya kami hunting oleh2 di Central Market dan Jalan Petaling (disini wajib nawar! pake bahasa Indonesia juga bisa, karena penjualnya kebanyakan orang Indonesia. LOL). Ternyata, pas kami makan malam di salah satu pedagang kaki lima (hawker) di Jalan Tun H.S. Lee, penjualnya ternyata orang Madura! Jadilah dikasi diskon RM 0.50, lumayan, hehehe... (Makan malam RM 8.00). Setelah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan untuk melihat KL Tower dan (maunya) clubbing di Hard Rock Cafe. Tapi ternyata tempat yang dituju itu bukan tempat clubbing, melainkan restoran, jadinya cuman foto2 aja deh, hehehe...

Keesokan paginya, kami berangkat pagi2 dengan berjalan kaki menuju ke Taman Tasik Perdana. Dalam perjalanan kesana, kami menemukan berbagai lokasi menarik untuk difoto, seperti The Old KL Station, KTM Berhad, Mahkamah Syariah, National Mosque dan lain2. Taman Tasik Perdana itu ternyata merupakan lokasi pemerintahan (mungkin sebelum dipindah ke Putrajaya) sekaligus tempat untuk berolahraga, karena banyaknya pohon2 dan danau serta berbagai taman seperti bird park, butterfly park, deer park dan the lake garden. Kami sarapan nasi lemak di salah satu pedagang disini (RM 7.40) sebelum kembali ke hotel untuk check-out dan bertolak ke airport. Setelah beristirahat sejenak dan packing, kami pun check-out dan berangkat ke Airport LCCT dengan menaiki LRT dari Pasar Seni ke KL Sentral yang dilanjutkan dengan shuttle bus ke airport (AA Skybus total RM 18.00). Kami sengaja berangkat lebih awal karena cemas akibat adanya isu abu Merapi di Jakarta yang menyebabkan batalnya sejumlah penerbangan luar negeri ke Jakarta. Setibanya di airport, ternyata jadwal kami on-time, sehingga kami pun makan siang dulu di McD (not recommended sih, ngga enak banget RM 14.00). Akhirnya, pesawat pun berangkat pada pk.16.05 waktu setempat (delay 1 jam) dan alhamdulillah kami tiba di Jakarta pada pk. 17.00. Lalu kami meneruskan perjalanan pulang dengan bus damri ke Kp.Rambutan (RP 40,000) yang dilanjutkan dengan taksi (Rp 45,000).

Total biaya yg dikeluarkan selama di KL (diluar oleh2): RM 180.00 (Rp 523,800, asumsi kurs 1 RM = Rp 2,910).
Total biaya liburan (termasuk pesawat dan hotel): Rp 1,750,000.00 untuk berdua (diluar oleh2).

Jadi, tidak perlu budget mahal untuk liburan ke luar negeri! Asal mau backpacking dan banyak jalan serta belajar naik berbagai alat transportasi yang tersedia. Oh iya, satu hal yg penting, jangan lupa pake tas ransel, bukan koper, untuk memudahkan kita berkeliling sebelum dan sesudah check-in/out.
Must-bring items: ransel, payung, topi, kacamata hitam, balsem (banyak jalan jadi pegel), popmi (hehehe), kopi sachet, kamera + chargernya.

Wednesday, July 7, 2010

Berpetualang di Pulau






Pada sebuah minggu pagi yang cerah, kami sekeluarga memutuskan untuk berlibur ke salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu, yakni Pulau Untung Jawa. Pulau ini berjarak sekitar 20 menit perjalanan dengan kapal dari pantai Tanjung Pasir, Tangerang. Kami berangkat dari rumah di kawasan Cibubur jam 05.30 dan tiba di pantai tersebut sekitar pk. 08.00.
Untuk transportasi untuk menyeberang tersedia perahu kecil dan feri (kecil). Tidak usah khawatir, sesampainya anda di tempat parkir (biaya parkir Rp 5000 per mobil), anda akan langsung dikerumuni oleh para calo yang menawarkan jasa angkutan. Untuk menyeberang dengan feri dikenakan biaya RP 20,000 per orang dewasa, anak2 gratissss...
20 menit setelah duduk berdesakan di laut, tibalah kami di Pulau Untung dengan udara laut yang segar. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan disana, mulai dari berenang di pantai, bermain pasir, snorkeling, banana boating, maupun sekedar mengeksplorasi keindahan pulau tersebut.
Di sebelah kanan dermaga kedatangan terhampar pasir putih yang dilengkapi saung-saung yang telah disediakan Pemda untuk para turis beristirahat, gratis! Jika anda berminat untuk menginap, anda dapat mempergunakan homestay yang tersedia disana dengan range harga Rp 150000-350000 (AC dan Non-AC). Namun jika anda hanya ingin melakukan one-day-trip, anda dapat mandi/bilas setelah berenang di fasilitas umum dengan biaya RP 3000 per orang.
Makanannya seperti yang sudah diperkirakan, original seafood! Untuk menu Ikan Kue atau Baronang bakar dapat ditebus dengan harga Rp 70000-80000 per ekor, sudah termasuk nasi dan sambal kecap. Kalau anda ingin ngopi2 di saung pinggir pantai tersebut, bisa juga kok hanya dengan membayar Rp 3000 per cangkir (lebih murah daripada di mall).
Jangan lupa untuk membeli suvenir yang tersedia di ujung dermaga kedatangan dengan harga mulai Rp 3000.
Total biaya:
Parkir di Tanjung Pasir : Rp 5000
Menyeberang dgn Feri : Rp 20000 (per orang PP)
Kopi Susu : Rp 3000
Oleh-oleh : Rp 10000
Total : Rp 38000
Kesimpulan : What an exciting adventure !

-- Fun Clay Day! --





Selepas selesai urusan di Kampus UI, kami pun bertolak ke salah satu tempat wisata di Depok, yakni Rumah Keramik milik F. Widayanto, salah satu perupa senior di Indonesia. Tempat ini berlokasi di daerah Tanah Baru, Depok, dan terdiri dari restoran, gallery, tempat kursus membuat keramik (clay), kebun dan juga homestay. Suasananya sangat nyaman dan teduh, makanannya juga enak.
Pada saat memasuki area kami dikenakan biaya tiket Rp 10,000 per orang (anak diatas 3th) untuk dapat mengelilingi seluruh area tersebut. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, tour kami disini diawali dengan makan siang di restoran yang tersedia. Setelah itu kami melihat-lihat berbagai homestay berdesain unik yang terbuka bagi para tamu, dan kemudian mengikuti kursus membuat keramik.
Bagian ini nih yang paling seru. Anak-anak terlihat sangat enjoy karena boleh "main kotor-kotoran" dengan tanah liat (clay) yang disediakan serta membuat aneka kerajinan dengan kreasi mereka sendiri. Namun sayangnya hasil kerajinan tersebut tidak dapat langsung dibawa pulang, melainkan harus menunggu selama kurang lebih 3 minggu utk proses pengerjaan dan finishing. Petualangan kami ditutup dengan berkunjung ke gallery untuk membeli beberapa suvenir.
Biaya yang dikeluarkan:
Tiket masuk: Rp 10,000 per orang
Makan siang: Rp 35,000 per orang (kira2)
Main clay : Rp 75,000 per 400gr (bisa untuk 2 anak)
Total biaya : Rp 120,000 per orang.
Harga barang di gallery: Rp 15,000 - Rp 4,500,000.

-- Sehat di Kampus UI Depok --



Hari Sabtu kemarin, kami sekeluarga yang sedianya mau liburan ke luar kota membatalkan acara tersebut karena satu dan lain hal. Daripada bermacet2an (lagi liburan sekolah), lebih baik kita eksplor wilayah jabodetabek yang belum pernah dikunjungi, yang penting menyenangkan... dan hemat!
Karena hari Sabtu pagi itu saya kebetulan ada keperluan ke kampus (UI Depok - Red), maka sekalian saja kami pergi berempat dengan membawa sepeda dan perbekalan untuk sarapan.
Kami tiba di Kampus UI sekitar pk.07.00 (biaya masuk kampus Rp 2000) lalu mencari spot didekat Pusgiwa untuk sarapan.
Setelah sarapan lalu kami mengeluarkan sepeda, dan anak2 pun bersepeda sementara saya dan suami jogging bersama mereka. Lokasinya enak, nyaman dan aman, karena ada trek sepeda dan jogging tersendiri, sehingga tidak terganggu oleh sedikit kendaraan yang lewat. Banyaknya pepohonan yang rimbun di kampus pun membuat udara segar sehingga nyaman untuk anak-anak.
Seselesainya berolahraga, kami lalu menggelar karpet yang dibawa di dekat halte Pusgiwa itu dan minum+makan snack (kebetulan saat itu ada juga yang sedang piknik).
Kegiatan tersebut tidak memakan waktu dan biaya yang banyak, namun anak-anak puas dan bahagia. Sampai seminggu kemudian pun mereka masih membicarakannya.
Total biaya yang dikeluarkan: Rp 2000,- (masuk parkiran Kampus UI)

Sunday, June 7, 2009

Berenang! - June 2009




Ternyata kegiatan berenang yang mengasyikkan untuk anak tidak hanya dapat dilakukan di kolam renang berbayar. Anda dapat mengajak anak untuk berenang di halaman belakang (cukup sediakan kolam renang plastik dan mainan, seperti bola plastik dan mainan pantai), bahkan di bathtub kamar mandi anda sendiri di rumah! Percaya deh, hanya dengan meluangkan waktu anda sepenuhnya bagi anak2 (tidak diselingi aktivitas "mesbuk" ataupun "ber-BB" - SOL), kegiatan ini tidak kalah asyik dengan berenang di kolam renang publik.




Lokasi: halaman belakang atau kamar mandi rumah.


Biaya: GRATIS!


Perlengkapan: kolam renang plastik/ bathtub, bola2 plastik, mainan pantai, bathfoam.


Kesimpulan: segarrrrr di hari yang panas!


Outdoor Playground, June 2009











"Mau ngajak anak main di playground? Ke mall aja!" Itu yang biasa kita dengar sehari-hari, dan mungkin juga kita lakukan. Tentunya semua sudah mengetahui bahwa kebiasaan mengunjungi mall dapat "melatih" pola hidup konsumtif pada anak. Nah, lalu bagaimana cara kita menghibur anak yang merengek ingin main di playground pada saat budget sedang (agak) terbatas?

Kita bisa mengajak mereka ke playground outdoor, yang menyediakan berbagai macam permainan (tidak usah takut kotor, karena biasanya tempat-tempat tersebut menyediakan kamar mandi), seperti: ayunan, perosotan, rumah2an, jungkat-jungkit, bak pasir, hingga outbond activity untuk anak. Salah satu tempat yang menyediakan fasilitas tersebut yaitu Wisata Rumah Pohon, yang berlokasi di Jl. Raya Parpostel, Jatiasih, kira-kira 4km dari exit toll JORR Jatiasih arah Cibubur/Cileungsi.

Hanya dengan mengeluarkan Rp 20,000,- mereka dapat bermain sepuasnya di area tersebut. Wisata Rumah Pohon ini juga menyediakan area pemancingan, outbond activity (untuk anak dan dewasa), ATV (walaupun saat saya kunjungi sedang dalam perbaikan) dan restoran dengan harga yang terjangkau. Jangan lupa coba kopi durennya, wangi!!!
Lokasi: Wisata Rumah Pohon, Jl. Raya Parpostel, Jatiasih.
Biaya: Rp 27,000,- (Playground Rp 20,000,-/ anak balita, parkir mobil Rp 2,000,-, kopi duren teman menunggu Rp 5,000,-). Paket mini outbond untuk anak (include flying fox Rp 50,000), mancing mulai dari Rp 25,000 dan ATV mulai dari Rp 30,000/ 4 laps.
Kesimpulan: seru dan layak dicoba!